0% found this document useful 0 votes854 views2 pagesDescriptionContoh Soal TIU CPNSCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes854 views2 pagesContoh Soal TIU CPNSJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
sebuah restoran memiliki bubuk kopi sebanyak 5,8kg dan gula sebanyak 4kg. setiap gelas kopi memerlukan 5gr kopi dan 3gr gula. berapakah sisa gula jika bubuk kopi masih tersisa 15%? Pertanyaan baru di Matematika berikut ini adalah data kecepatan kendaraan dalan km/jam yang berjalan pada jalur cepat jangan ngasal makasih​ Hasil dari 4x3^6+5×3^6 = adalah​ 2. Persamaan bayangan lingkaran x² +y²=1 karena tranformasi yang sesuai dengan matriks matriks [2,0 0,1]​ Budi berangkat ke sekolah mengendarai sepeda, posisi sekolah ke rumah Budi 4 km. Setelah sampai di sekolah tiba-tiba perut Budi sakit, dan setelah ber … istirahat di UKS, belum ada perubahan kondisi sakit perut yang dialami Budi. Pihak sekolah menghubungi orang tua Budi untuk segera menjemput Budi di sekolah. Dengan menaiki sepeda akhirnya Budi pulang. Oleh orang tua, Budi diajak ke apotek untuk beli obat. Posisi apotek dari sekolahnya adalah 1,5km. Setelah selesai beli obat, Budi kembali kerumahnya. Dari literasi tersebut, perpindahan yang dilakukan budi mulai dari berangkat sampai kembali kerumah adalah......​ diketahui matriks transformasi T1 [2,-3 1,0] dan T2 [3,4 -1 -1 ] titik A 1,0 adalah bayangan dari titik A oleh karena komposisi T2 dan T1 maka koord … inasi titik A adalah​
Viral Dokter Sebut Kopi Bubuk Mengandung Kecoak. (TikTok/@dr.karanr) "Asal tahu saja kalau kamu minum kopi, kamu juga mengonsumsi kecoak," kata dia memulai video viral tersebut. Baca Juga: Sajikan Kopi Kekinian dan Kebab ala Turki, Restoran Ini Pas Buat Nongkrong. Viral, Dokter Sebut Kopi Bubuk Mengandung Kecoak. (TikTok/@dr.karanr)
Kopi espresso adalah kopi yang diseduh dengan menyemburkan air panas bertekanan tinggi ke bubuk kopi. Namanya berasal dari bahasa Italia yang berarti express atau cepat. Disajikan hanya secangkir kecil kira-kira 30-45 ml dengan ciri khas crema pada permukaannya. Kepopuleran espresso berawal dari maraknya kedai kopi di dunia, khususnya Eropa. Proses penyeduhan kopi yang memerlukan waktu lama membuat para pelanggan harus mengantri untuk mendapatkan secangkir kopinya. Orang-orang pun mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Seorang seorang pria asal Turin, Italia bernama Angelo Moriondo menemukan sebuah mesin seduh. Ia kemudian mematenkan mesinnya dengan sebutan new steam machinery for the economic and instantaneous confection of coffee beverage. Mesin ciptaan Moriondo inilah yang menjadi cikal bakal munculnya mesin-mesin espresso modern. Muncullah nama-nama seperti Luigi Bezzerra, Desiderio Pavoni, Achille Gaggia, dan lain-lain yang kemudian memodifikasi mesin Moriondo menjadi mesin espresso yang lebih praktis. Kehadiran kopi espresso adalah tonggak awal munculnya varian minuman-minuman cafe modern. Rasa kopi espresso yang pahit dan berat di mulut membuat orang-orang memodifikasinya. Alhasil, lahirlah minuman-minuman berbahan dasar espresso yang dicampur dengan susu steamed, seperti latte, cappucino, moccacino, dan lain-lain. Cara membuat espresso yang nikmat, bubuk kopi harus disembur dengan tekanan tinggi sebesar 4-9 bar dan suhu air sekitar 90-98 °C. Volume secangkir espresso single shot umumnya sebanyak 30-45 ml dengan takaran 12-18 gram bubuk kopi yang dipadatkan pada portafilter. Jika dibuat dengan tepat, secangkir espresso akan memiliki lapisan busa keemasan yang disebut dengan crema. Selain one shot, minuman ini juga hadir dalam berbagai ukuran. Pertama, ada double shot, atau doppio, yaitu dua kali semburan espresso. Doppio biasanya memiliki takaran 60 ml dalam satu cangkir. Varian lainnya adalah ristretto, yaitu minuman yang hanya sampai setengah ukuran espresso saja. Takarannya dalam cangkir kira-kira hanya 15 ml. Tidak ada ketentuan biji kopi yang diharuskan demi membuat secangkir minuman kental ini. Anda bisa bereksperimen sendiri dengan menggunakan single origin maupun house blend. Namun, kebanyakan orang lebih suka berkreasi dengan campuran biji kopi terbaik karena rasanya akan lebih kaya. Sebagai rekomendasi, kopi-kopi dari Sasame Coffee bisa dijadikan bahan eksperimen untuk membuat espresso. Racikan dari kopi-kopi Indonesia terbaik akan mengajak Anda merasakan pengalaman ngopi yang unik. Baca juga Mengenal Kopi Luwak Indonesia, Salah Satu Kopi Termahal di DuniaTag sebuah restoran memiliki bubuk kopi. Deret 125, 64, , 8, 1, 0. By Abdillah Posted on 08/07/2022. Hallo pengguna setia web ini. Mungkin bagi anda sebuah pelajaran mengenai sebuah hitung - hitungan atau yang dikenal [] Artikel Terbaru. Penjelasan cara mengerjainnya, tolong banget ya,1. Hasyim ingin membuat aquarium beserta tutupnya yang berbentuk kubus dari kaca yang telah dibeli dengan luas permukaan adalah 486 cm². Berapa centimeterkah rusuk aquarium yang harus dibuat oleh Hasyim?A. 6B. 7C. 92. Jika 1/a +1/b = 7 dan 1/a-1/b = 3,maka nilai 1/a² - 1/b² =A. 10B. 72C. 32D. 18E. 213. Sebuah restoran, memiliki bubuk kopi sebanyak 5,8 kg dan gula sebanyak 4 kg. Setiap gelas kopi memerlukan 5 gr kopi dan 3 gr gula. Berapakah sisa gula jika bubuk kopi masih tersisa 15%?A. 3,864 grB. 1,042 grC. 3,058 grD. 2,958 grE. 4,930 gr Kopibubuk - Kopi bubuk adalah produk kopi sekunder dan salah satu bahan minuman yang disukai oleh penduduk pedesaan dan penduduk kota. Pada 2012, sekitar 70% dari total produksi tahunan biji kopi Indonesia diekspor, terutama ke pelanggan di Jepang, Afrika Selatan, Eropa Barat, dan Amerika Serikat.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam melakukan pengayakan dalam menghasilkan produk bubuk kopi yang lebih halus dan juga proses pengayakan yang lebih efektif. Penelitian ini adalah modifikasi alat yang bertujuan untuk melihat berapa kapasitas kerja alat pada saat pengujian. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian dengan melakukan uji coba perbandingan antara pengayak menggunakan mesin dan Arduino nano. Teknik analisis data dilakukan secara kauntitaif dengan statistik deksriptif. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengsortasi bubuk kopi. Proses pengujian alat menggunakan masing-masing 300 gram bubuk kopi dengan durasi 5, 10, dan 15 menit yang dilakukan sebanyak 3 kali uji hasil perbandingan dengan durasi waktu 5 menit, pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 245, 3 dan arduino nano sebesar 127,3 gram, durasi 10 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 259,6 gram dan arduino nano sebesar 137,7 gram, dan durasi 15 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 266,6 gram dan arduino sebesar 156,3 gram. Sehingga pengayakan bubuk kopi silinder, lebih efektif jika dibandingkan dengan pengayakan sebelumnya dengan menggunakan arduino nano. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Volume 7 Nomor 2 Agustus 2021 217-224 ISSN 2476-8995 Print ISSN 2614-7858 Online Tersedia online OJS pada DOI Modifikasi Alat Pengayak Bubuk Kopi Coffea Sp. Tipe Silinder Modification Of The Cylinder Type Coffee Powder Coffea sp. Sieving Tool Yahyatul Nur, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Email yahyatulnur Jamaluddin, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Email mamal_ptm Lahming, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Email lahmingmaja Muhammad Rais, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Email raismisi Kadirman, Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Abstrak Penelitian ini adalah rekayasa dan kinerja alat yang bertujuan untuk mengetahui proses modifikasi alat pengayak bubuk kopi tipe silinder, serta perbandingan efektifitas dan efisiensi kerja mesin pengayak bubuk kopi yang telah dirancang dengan rancangan sebelumnya. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian dengan melakukan uji coba perbandingan antara pengayak menggunakan mesin dan arduino nano. Teknik analisis data dilakukan secara kauntitaif dengan statistic deksriptif. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengsortasi bubuk kopi. Proses pengujian alat menggunakan masing-masing 300 gram bubuk kopi dengan durasi 5, 10, dan 15 menit yang dilakukan sebanyak 3 kali uji coba. Berdasarkan hasil perancangan alat pengayak bubuk kopi tipe silinder melalui beberapa mekanisme diantaranya pembuatan rangka, ayakan serta pemasangan motor listrik sedangkan hasil perbandingan dengan durasi waktu 5 menit, pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 245,3 dan arduino nano sebesar 127,3 gram, durasi 10 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 259,6 gram dan arduino nano sebesar 137,7 gram, dan durasi 15 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 266,6 gram dan arduino sebesar 156,3 gram. Sehingga pengayakan bubuk kopi tipe silinder lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan pengayakan sebelumnya dengan menggunakan arduino nano. Kata kunci Modifikasi, Pengayak, Tipe Silinder, Bubuk Kopi Abstract This research is the engineering and performance of the tool which aims to determine the modification process of the cylinder type coffee powder sieving device, as well as the comparison of the effectiveness and efficiency of the coffee powder sieving machine that has been designed with the previous design. The research data were obtained from the test results by conducting a comparative test between sieving machines and arduino nano. The data analysis technique was carried out in a quantitative manner with descriptive statistics. The working principle of this tool is sorting coffee grounds. The process of testing the tool used 300 grams of coffee powder each with a duration of 5, 10, and 15 minutes which was carried out 3 times in the trials. Based on the results of the design of a cylindrical type of coffee powder sieving device through several mechanisms including making a frame, sieving and installing an electric motor, the comparison results with a duration of 5 minutes, the coffee powder sieving machine using a machine produces an average of and Arduino nano of Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 grams. The duration of 10 minutes of sieving coffee powder using a machine produces an average of grams and an arduino nano of grams, and the duration of 15 minutes of sieving coffee powder using a machine produces an average of grams and an Arduino of grams. So that the cylindrical type of coffee powder sifting is more effective and efficient than the previous sieving using arduino nano. Keywords Modification, Sieving, cylinder type, and Coffe Powder Pendahuluan Penerapan teknologi pada bidang pertanian akan memudahkan petani dalam melakukan perkerjaannya. Samping itu dengan adanya sentuhan teknologi pada bidang pertanian maka proses-preses pekerjaan akan semakin mudah dan efektif. Menurut Karo 2009 salah satu yang membutuhkan penerapan teknologi pada bidang pertanian adalah pengolahan pasca panen, dimana pengolahan pasca panen merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Produk pertanian yang patut pikirkan tentang penerapan teknologi pada proses pengolahan pasca panen adalah kopi. Kopi merupakan produk unggulan Sulawesi Selatan selain kakao yang sudah diekspor ke negara-negara luar, salah satu faktor penting yang menyebabkan produk tersebut terkenal karena kualitas dari produknya Rahardjo, 2012. Produk yang berkualitas tidak terlepas dari proses yang berkualitas pula. Mayoritas dari produsen pengolahan dari produk tersebut adalah perusahaan-perusahaan besar, baik lokal maupun asing. Petani atau masyarakat dalam hal ini hanya berperan sebagai penyedia bahan baku mentah. Sehingga optimalisasi dari pengolahan hasil produk di masyarakat tidak berjalan dengan maksimal. Salah satu langka yang tepat dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pengolahan produk tersebut secara sederhana untuk skala menengah ke bawah atau rumah tangga guna meningkatkan pendapatan masyarakat Najiyati & Danarti, 2004. Pengolahan produk tersebut tidak terlepas dari salah satu proses yaitu pengayakan guna menghasilkan produk yang memiliki tingkat kehalusan yang tinggi dalam membuat kopi bubuk. Secara tradisional, dimasyarakat pada umumnya, dalam mengayak produk yang berbentuk tepung masih menggunakan ayakan tradisional berbentuk bulat dengan berbagai macam ukuran Ridwansyah, 2003. Penggunaan alat pengayak tersebut masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia dalam menggerakkannya, salah satu kekurangannya yaitu selain tidak teralu efektif juga tidak terlalu produktif dalam menghasilkan kualitas tepung hasil ayakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna menanggulangi kelemahan tersebut adalah dengan melakukan rekayasa dengan merancang alat yang mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pengayakan. Pada penelitian ini akan dirancang alat pengayak bubuk kopi tipe silinder dalam menghasilkan produk bubuk kopi yang lebih halus dan juga proses pengayakan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses modifikasi alat pengayak bubuk kopi tipe silinder, serta menganilisa perbandingan efektifitas dan efisiensi kerja mesin pengayak bubuk kopi tipe silinder yang telah dirancang dengan rancangan sebelumnya Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini penelitian rekayasa dan uji coba. Pada penelitian ini dilakukan, penelitian kinerja dari alat untuk mengetahui berapa kapasitas kerja alat pada saat pengujian. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam perancangan alat pengayak bubuk kopi yaitu bor listrik, kunci pas, timbangan digital, stopwatch, meteran, mesin gurinda, tang, dan las listrik sedangkan bahannya adalah bubuk kopi, saringan 60 mesh, plat eser tebal 1 mm, puli fulley diameter 100 dan 75 mm, sabuk v-belt, bantalan pillow block, motor penggerak listrik 1330 rpm, besi holo 40 x 40 x 6000 mm, elektroda las diameter mm, besi bulat padat, dan cat. Prosedur Rancang Bangun Tahapan pembuatan alat ini adalah sebagai berikut Pembuatan Rangka Alat Proses pembuatan rangka menurut Brennan 1968 diawali dengan proses pengukuran besi holo dengan ukuran dimensi 400 mm x 400 mm sebagai bahan kontruksi alat. Potongan yang dibuat terdiri dari 8 potongan sebanyak 4 potong yaitu 2 potongan untuk panjang rangka dengan ukuran 600 mm dan 2 potongan untuk lebar dengan ukuran 300 mm, Proses selanjutnya yaitu pemotongan tiang rangka dengan ukuran 300 mm sebanyak 4 potongan. Setelah rangka terbentuk dilakukan pemasangan palang penyangga berukuran 10 ml yang berbentuk bulat pada keempat sisi rangka yang telah dibuat. Palang penyangga ini berfungsi sebagai penopan agar rangka tidak mudah goyang saat peroperasi, palang penyangga ini menggunakan ukuran panjang 520 mm x 220 mm dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Sisi samping rangka Pembuatan Dinding Ayakan Tahap selanjutnya yaitu pembuatan dinding, dinding ayakan ini terbuat dari besi plat dengan ketebelan mm, plat yang telah di potong dibuat menjadi beberapa bagian kemudian dilakukan proses pelipatan, setelah itu dilakukan penyambungan potongan Handra et al, 2016 dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Dinding ayakan tampak depan Pembuatan Ayakan Ayakan ini terbuat dari pipa besi yang telah di lubangi sehingga berbentuk menjadi rangka ayakan, pipa yang telah di lubangi mempunyai ukuran yang berdiameter 350 mm panjang 550 mm, kemudian pipa besi yang sudah di berbentuk menjadi rangka ini kemudian di bungkus dengan waremesh sehingga terbentuk seperti Gambar 3. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 Gambar 3. Pembuatan ayakan Pemasangan Komponen Penggerak Motor Listrik Pemasangan motor listrik pada alat tersebut berfungsi sebagai alat penggerak ayakan, motor listrik yang di gunakan yaitu dengan kekuatan 1330 rpm. Uji Coba Produk 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Menentukan objek pengujian yaitu mesin dapat melakukan proses pengayakan dan banyaknya hasil yang telah di ayak 3. Mengoperasikan mesin pengayak kopi. 4. Tahap uji coba dan pengambilan data dilakukan dengan mengamati seluruh kinerja komponen alat yang berfungsi untuk memastikan semua komponen dapat bekerja dengan baik. 5. Pengujian kapasitas kerja alat dihitung dengan memasukkan sampel bubuk kopi sebanyak 300 gram secara kontinyu ke dalam alat pengayak dan mencatat waktu yang diperlukan. Pengujian kapasitas kerja alat ini dilakukan dengan 3 kali ulangan dengan rentang waktu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptif, data yang diperoleh dibandingkan dengan kinerja alat sebelumnya yang kemudian akan menjadi acuan dalam membuat deskripsi mengenai kapasitas kerja dari alat. Hasil dan Pembahasan Hasil Perancangan Alat Alat pengayak bubuk kopi tipe silinder telah dibuat berdasarkan dari desain gambar produk yang telah direncanakan. Adapun hasil alat yang telah dimodifikasi dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Alat pengayak bubuk kopi Hasil uji coba alat pengayak bubuk kopi tipe silinder dengan menggunakan motor listrik dan pengayakan menggunakan arduino nano dapat dilihat pada Tabel 1. Berdasarkan hasil uji coba alat dapat dilihat dari hasil ayakan menggunakan motor listrik sebanyak 300 gram bubuk kopi yang di ayak selama 5 menit dengan 3 kali uji coba menghasilkan rata-rata 245,3 gram untuk ayakan menggunakan arduino nano menghasilkan rata–rata 127,3 gram sedangkan bubuk kopi yang tidak terayak, menggunakan motor listrik hasil rata-rata 54,6 gram untuk ayakan menggunakan arduino nano sebanyak 173,7 gram Tabel 1. Berdasarkan hasil uji coba alat dapat dilihat dari hasil ayakan menggunakan motor listrik sebanyak 300 gram bubuk kopi yang di ayak selama 10 menit dengan 3 kali uji coba menghasilkan rata-rata 259,6 gram Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 untuk ayakan menggunakan arduino nano menghasilkan rata–rata 137,7 gram sedangkan bubuk kopi yang tidak terayak, menggunakan motor listrik menghasilkan rata-rata 40,3 gram untuk ayakan menggunakan arduino nano sebanyak 162,3 gram Tabel 2. Berdasarkan hasil di atas menunjukkan bahwa ayakan yang diperoleh berbeda jauh. Hal ini dapat dilihat dari hasil ayakan menggunakan motor listrik sebanyak 300 gram bubuk kopi yang di ayak selama 15 menit dengan 3 kali uji coba menghasilkan rata-rata 266,6 gram untuk ayakan menggunakan arduino nano menghasilkan rata–rata 156,3 gram sedangkan bubuk kopi yang tidak terayak menggunakan motor listrik rata-rata 33,3 Tabel 1. Hasil Uji Coba Mengunakan Motor listrik dan Arduino Nano Waktu 5 Menit Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Tabel 2. Hasil Uji Coba Mengunakan Motor Listrik dan Arduino Nano 10 Menit Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Tabel 3. Hasil Uji Coba Mengunakan Motor Listrik dan Arduino Nano 15 Menit Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Bubuk Kopi Tidak Terayak Gram Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 gram untuk ayakan menggunakan arduino nano sebnayak 143,7 gram Tabel 3.. Pengayak tipe silinder lebih banyak menghasilkan bubuk kopi disebabkan putaran penganyak di pengaruhi oleh motor listrik sedangkan arduino nano mengandalkan getaran untuk mengayak sehingga agak memakan waktu yang agak lama. Mustahir et al., 2017. Kajian Produk Akhir Dari hasil perbandingan alat pengayak kopi menggunakan motor listrik tipe silinder dan arduino nano dalam waktu percobaan 5 menit, 10 menit dan 15 menit serta pengulangan sebanyak 3 kali menunjukkan pengayak menggunakan motor listrik ayakan tipe silinder lebih efektif dan efisien daripada menggunakan arduino nano dikarena dalam waktu 5, 10, dan 15 menit percobaan motor listrik dengan pengayak tipe silinder lebih cepat mengayak bubuk kopi disebabkan putaran penganyak di pengaruhi oleh motor listrik sedangkan arduino nano mengandalkan getaran untuk mengayak sehingga agak memakan waktu yang lama sehingga hasil ayakan yang diperoleh berbeda jauh, baik bubuk yang terayak dan bubuk kopi yang tidak terayak. Mustahir et al., 2017. Maka percobaan akhir dari penelitian ini adalah terwujudnya alat pengayak kopi tipe silinder yang dapat memudahkan pekerjaan manusia, khususnya pada pengolahan pasca panen kopi. Keuntungan alat pengayak ini yaitu memudahkan dalam proses pengolahan pasca panen kopi, khususnya pada proses pengayakan bubuk kopi, sehingga yang diharapkan dengan adanya alat modifikasi tersebut memudahkan para petani baik tenaga dan waktu lebih yang efektif dan efisien untuk mengolah sendiri kopi yang dihasilkan dan dapat menambah perekomian petani kopi. Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian perancangan alat pengayak bubuk kopi tipe silinder, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut 1. Perancangan alat pengayak bubuk kopi tipe silinder melalui beberapa mekanisme diantaranya pembuatan rangka, ayakan serta pemasangan motor listrik. 2. Pengayakan bubuk kopi tipe silinder, dapat berjalan dengan efektif dikarenakan mempermudah petani dalam proses pengayak bubuk kopi sedangkan dari segi efisiennya waktu yang dibutuhkan untuk mengayak lebih cepat dan lebih halus jika dibandingkan dengan pengayakan sebelumnya dengan menggunakan arduino nano dikarenakan metode pengayakkannya berbeda. Daftar pustaka Brennan. 1968. Elemen-Elemen Ilmu dan Rekayasa Material, Edisi ke-6, Jakarta Erlangga. Handra, N., David, A., & Randa, J. 2016. Mesin Pengayak Pasir Otomatis dengan Tiga Saringan. Jurnal Teknologi Mesin Institusi Teknologi Padang, VI 1, 1-8. Karo, H. S. A. B. 2009. Analisis Usahatani Kopi di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan. Mustahir, Patang, & Mappalotteng, A. M. 2017. Penggunaan Alat Pengayak Bubuk Kopi Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Arduino Nano. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 Seminar Nasional. Universitas Negeri Makassar. Najiyati & Danarti. 2004. Kopi Budidaya dan Penanganan Lepas Panen, Edisi Revisi. Jakarta. Penebar Swadaya. Rahardjo, P. 2012. Kopi Panduan Budi Daya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta, Cetakan I. Penebar Swadaya. Jakarta. Ridwansyah, S. 2003. Pengolahan Kopi. Universitas Sumatra Utara Digital Library, Medan. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian 72 2021 217-224 Halaman ini sengaja dikosongkan ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Ilmu dan Rekayasa Material, Edisi ke-6BrennanBrennan. 1968. Elemen-Elemen Ilmu dan Rekayasa Material, Edisi ke-6, Jakarta Usahatani Kopi di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera UtaraH S A B KaroKaro, H. S. A. B. 2009. Analisis Usahatani Kopi di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Alat Pengayak Bubuk Kopi Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Arduino NanoPatang MustahirA M MappalottengMustahir, Patang, & Mappalotteng, A. M. 2017. Penggunaan Alat Pengayak Bubuk Kopi Berbasis Mikrokontroler Menggunakan Arduino Panduan Budi Daya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta, Cetakan I. Penebar SwadayaP RahardjoRahardjo, P. 2012. Kopi Panduan Budi Daya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta, Cetakan I. Penebar Swadaya. Kopi. Universitas Sumatra Utara Digital LibraryS RidwansyahRidwansyah, S. 2003. Pengolahan Kopi. Universitas Sumatra Utara Digital Library, Medan.ioPj.