Berikutbeberapa ciri-ciri teks eksposisi yang harus kamu ketahui. Bahasa yang digunakan bersifat baku. Pembahasan yang dituliskan merupakan sebuah fakta buka merupakan opini atau karangan dari penulis. Gaya penulisan yang digunakan dalam teks eksposisi besifat persuasi informatif. Data dan informasi dipaparkan secara gamblang.
Pengembagan Multimedia Rita Kartika 195030012 Kelas AKelas X BAB IIIMenganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot B. Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdotPengantar Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3PengantarSetelah mempelajari materi ini, kamu diharapkanmampu1. mengidentifikasi struktur teks anekdot;2. mengenal berbagai pola penyajian teks anekdot;3. menganalisis kebahasaan teks 1 Mengidentifikasi struktur teks anekdotPengantar Teks TugasKegiatan 1 PengantarAnekdot memiliki struktur teks yang membedakannya dengan teks anekdot memiliki struktur abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan 1 Teks Bacalah anekdot berikut ini, kemudian pelajarilah cara menganalisis struktur struktur anekdot lainnya dengan menggunakan tabel berikut di buku anekdotNo Struktur Isi1 abstrak2 Orientasi3 Krisis4 Reaksi5 KodaKegiatan 2 Mengenal Berbagai Pola Teks 2Pengantar Penyajian Teks Anekdot Teks 1Kegiatan 2 Pengantar Anekdot dapat disajikan dalam bentuk dialog maupunnarasi. Contoh penyajian dalam bentuk dialog, percakapan duaorang atau lebih, dapat dilihat pada anekdot Dosen yang jugamenjadi Pejabat. Salah satu ciri dialog adalah menggunakankalimat langsung. Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yangmerupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorangyang sama persis seperti apa yang 2 Teks 1Perhatikan kutipan berikut ini. Tono “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.” Udin “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton .”Dari kutipan anekdot di atas kamu dapat melihat bahwa kalimatlangsung memiliki ciri-ciri sebagai Diawali dan diakhiri dengan tanda petik “ ....”.2. Huruf awal setelah tanda petik ditulis dengan huruf Antara pembicara dan apa yang dikatakannya dipisahkan dengantanda titik dua .Kegiatan 2 Teks 2Selain dituliskan dalam bentuk dialog seperti pada anekdot Dosen yang juga MenjadiPejabat, ada juga anekdot yang disajikan dalam bentuk narasi. Coba bandingkanbagaimana penulisan kalimat langsung dalam anekdot berikut ini. Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara. Saksi masih tidak menanggapi. Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” “Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”Kegiatan 3 Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdotpengantar Teks Tugas 1 Tugas 2Kegiatan 3 Pengantar Seperti juga teks lainnya, anekdot memiliki unsur kebahasaan yang khas yaitua menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu, b menggunakankalimat retoris, [kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban]; cmenggunakan konjungsi [kata penghubung] yang menyatakan hubungan waktu sepertikemudian, lalu; d menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, dan berjalan,; e menggunakan kalimat perintah imperative sentence; dan f menggunakan kalimatseru. Khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog, penggunaan kalimatlangsung sangat 3Teks 1 Bacalah kembali anekdot Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kemudian, pelajarilah analisis unsur kebahasaan teks anekdot berikut Unsur kebahasaan Contoh kalimat1 Kalimat yang menyatakan Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. peristiwa masa lalu2 Kalimat retoris “Apakah benar,” teriak Jaksa, “bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”3 Penggunaan konjungsi yang Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.” menyatakan hubungan waktu4 Penggunaan kata kerja aksi Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar Penggunaan kalimat perintah “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”6 Penggunaan kalimat seru “Oh, maaf.”Kegiatan 3Tugas 1Bacalah kembali anekdot berjudul Aksi Maling Tertangkap CCTV dan Dosen yang Menjadi analisislah unsur kebahasaannya dengan menggunakan tabel berikut ini. Kerjakan di bukutugasmu. Judul anekdot Aksi Maling Tertangkap CCTVNo Unsur kebahasaan Contoh kalimat1 Kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu2 Kalimat retoris3 Penggunaan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu4 Penggunaan kata kerja aksi5 Penggunaan kalimat perintah6 Penggunaan kalimat seruKegiatan 3Tugas 2Judul anekdot Dosen yang Menjadi PejabatUnsur kebahasaan Contoh kalimatKalimat yang menyatakanperistiwa masa laluKalimat retorisPenggunaan konjungsi yangmenyatakan hubungan waktuPenggunaan kata kerja aksiPenggunaan kalimat perintahPenggunaan kalimat seruThanks you!CREDITS This presentation template was created by Slidesgo, including icons bCyRFElDatITicSo nTh, aisnpdriensfeongtratpiohnicste&mipmlaatgeews bays Fcreaetpeidk. by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.
Pesanmengalir melalui sejumlah media atau saluran komunikasi. Dalam model komunikasi Lasswell, terdapat beberapa komponen komunikasi yaitu Who, Says What, In What Channel, To Whom, dan With What Effect. Masing-masing komponen komunikasi memiliki ranah penelitiannya sendiri. Misalnya untuk meneliti komponen Who digunakan analisis kontrol, untuk
Kali ini kami akan membagikan analsislah struktur anekdot lainnya dengan menggunakan tabel berikut ini, menganalisis struktur teks anekdot, contoh teks anekdot beserta analisisnya. Materi ini terdapat dalam buku SMA kelas 10 tentang menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot hal 94 kurikulum 2013. Kami telah menyiapkan jawaban mengenai tugas tersebut yang akan dibagikan pada artikel ini. Tujuan kami dalam membagikan jawaban yang berkaitan dengan teks anekdot ialah untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. Membantu mengerjakan tugas yang sulit dikerjakan dan lebih mudah memahami materi yang berkaitan dengan materi teks anekdot. Jika takut salah Anda bisa koreksi kembali jawaban yang telah kami bagikan. Kemudian hasil koreksi itu yang jawaban salah bisa Anda tanyakan kepada kami melalui kolom komentar dan kontak. Struktur teks anekdot "Dosen jadi Pejabat" Abstraksi Di kantin yang ada di universitas, Udin dan Tono kedua mahasiswa yang sedang berbicara. Orientasi Tono "Aku merasa heran dosen ilmu hukum selalu duduk saat ngajar, tidak pernah berdiri sama sekali". Udin "Seperti itu saja harus diperhatikan Ton." Tono "Ya. Tetapi kamu tahu apa sebabnya." Udin "Mungkin dia sedang capek atau untuk berdiri dia tidak kuat." Krisis Tono "Bukan itu penyebabnya. Sebab dosen itu juga pejabat Reaksi Udin "Loh. hubugannya seperti apa? Tono "Jika ingin berdiri, kursinya takut ditempati oleh orang lain." Koda Udin "??." Subjek yang ada pada dialog ini adalah dosen mata kuliah ilmu hukum di univertitas Tono dan temannya Udin. Masalahnya dosen itu tidak mau berdiri, duduk terus saat mengajar. Masalah itu lucu karena dosen itu tidak mau berdiri takut kursi jabatannya hilang dan diganti oleh orang lain. Demikian merupakan tugas yang berkaitan dengan menganalisis teks anekdot. Kami mohon maaf jika terdapat kata yang tidak dimengerti. Jika butuh pertanyaan Anda bisa hubungi kami melalui kolom komentar dan kontak kami. Kami butuk kritik dan saran yang membangun kepada kami agar kami mengetahui kesalahan yang ada pada blog ini. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat.
Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi yang ditulis Siswa Kelas VIII SMP NEGERI 2 Lawe Sigala-Gala Tahun Pembelajaran 2019/2020. Objek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi Kelas VIII SMP NEGERI 2 Lawe Sigala-Gala dengan jumlah 143 orang. Teknik pengumpulan data dalam
Tapimenggunakan ukuran sendiri, yaitu dengan ukuran ‘mata kaki’, ‘dengkul’, ‘betis’, ‘pinggang’, bahkan ‘dada’!. Apalah daya si jurnalis tersebut, mau tidak mau ia harus tetap melaporkan berita sesuai pemikirannya. Akhirnya liputan mengenai banjir tetap bisa terlaksana dengan baik dengan menggunakan ukuran centimeter. Struktur
Ilustrasi teks anekdot yang dibuat berdasarkan kejadian nyata. Foto PixabayTeks anekdot kerap ditemukan dalam salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia. Anekdot adalah cerita singkat yang menarik, karena lucu dan mengesankan. Biasanya teks anekdot bercerita mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian nyata. Namun, anekdot tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Pelaku di dalamnya pun tidak harus orang penting. Teks anekdot juga berisi peristiwa yang membuat perasaan jengkel atau konyol bagi orang yang semua cerita yang memiliki unsur lucu, konyol, atau menjengkelkan tergolong ke dalam teks anekdot. Namun, hal yang membedakan teks anekdot dengan teks lainnya, yaitu teks anekdot memiliki pesan moral, unsur lucu atau konyol, serta susunan apa saja struktur teks anekdot? Bagaimana penggunaan kaidah kebahasaannya? Simak penjelasan lengkap berikut menulis teks anekdot. Foto PixabayStruktur Teks Anekdot Teks anekdot memiliki struktur yang membangun. Berikut ini struktur teks anekdot yang dirangkum berdasarkan buku Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA Kelas X, XI, XII karangan Tomi Rianto 2017 29. Struktur teks anekdot yang pertama adalah judul, yaitu bagian teks anekdot yang ditulis singkat, padat, dan langsung merujuk hal atau objek yang akan adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi. Biasanya penulis bercerita secara detail di bagian adalah bagian yang memunculkan suatu masalah unik atau tidak biasa. Masalah dapat dialami oleh penulis sendiri atau orang yang diceritakan/ adalah bagian yang menggambarkan bagaimana penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang ditimbulkan di bagian merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Koda dapat berupa simpulan kejadian yang dialami penulis/orang yang anekdot memiliki kaidah kebahasaan yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Foto PixabayKaidah Kebahasaan Teks AnekdotMerangkum buku Top One Ulangan Bahasa Indonesia oleh Tim Super Tentor 2018 61, teks anekdot memiliki kaidah kebahasaan tersendiri, sehingga berbeda dengan teks lainnya. Adapun kaidah kebahasaan teks anekdot adalah sebagai kata keterangan waktu kata urutan peristiwa berdasarkan jenis pertanyaan retoris, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk teks anekdot bertujuan mengkritik pelayanan publik di berbagai bidang. Foto PixabayTujuan Teks AnekdotTujuan teks anekdot merupakan latar belakang bagi pengarang atau penulis untuk menulis sebuah teks anekdot. Berikut ini adalah tujuan dari penulisan teks anekdot, di antaranya yaituSarana untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya;Sering kali, teks anekdot ditulis dengan tujuan untuk memberikan kritik dan memberikan sebuah pelajaran bagi masyarakat, khususnya pelayanan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Apa tujuan penulisan teks anekdot?Apa yang dimaksud reaksi dalam teks anekdot?Apa yang dimaksud koda dalam teks anekdot? StrukturKurikulum Pendidikan Menengah adalah sebagaimana yang tertera di dalam tabel berikut ini: Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajib: 1.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain Mengenal dan memprediksi pola-pola bilanganYuk, kita belajar bersama-sama mengenai cara menganalisis teks anekdot berdasarkan struktur dan unsur kesastraannya. — Di artikel mengenal teks anekdot ini, kamu sudah bisa mengidentifikasi apa pengertian teks anekdot dan perbedaannya dengan humor. Secara sederhana, teks anekdot biasanya bersumber dari kejadian nyata, dan punya tujuan mengkritik. Maka, tidak bisa sembarang cerita lucu dianggap sebagai teks anekdot. Coba perhatikan teks anekdot berikut ini ya Di tengah senja, seorang pejabat korup memancing di sungai. Saking asyiknya memancing, si pejabat tidak sadar air sungainya meluap. Banjir! Si pejabat hanyut dan tidak sadarkan diri. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah warga. Betapa beruntungnya dia karena ada orang yang menyelamatkannya. Merasa utang budi, si pejabat ingin berterima kasih kepada warga yang telah menolongnya. “Kamu tahu tidak saya siapa?” tanya pejabat ke laki-laki di sana. “Tidak. Tetapi, wajah Bapak sepertinya tidak asing.” Si laki-laki berusaha mengingat. “Memangnya Bapak siapa?” “Aku ini pejabat negara.” Si laki-laki akhirnya ingat. Orang ini pernah ia tonton di salah satu acara televisi. “Karena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja. Katakan saja keinginanmu.” “Benar, pak pejabat?” Si pejabat mengangguk. “Ya, ya, ya. Pasti akan kupenuhi.” “Kalau begitu, tolong Bapak jangan bilang ke siapapun bahwa saya yang menolong Bapak!” — Dalam menganalisis sebuah teks anekdot, kita punya beberapa pisau analisis. Pertama, struktur teksnya. Kedua, unsur kesastraan teks. Dan ketiga, isi teks anekdot. Nah, sekarang kita mulai dari yang pertama ya. Analisis Struktur Teks Anekdot Pada struktur teks anekdot, setidaknya ada 5 hal yang bisa kita analisis, yaitu 1 Abstrak Pendahuluan/bagian pembuka. 2 Orientasi Awal suatu kejadian saat cerita mulai bergulir. 3 Krisis Puncak cerita. Biasanya berisi konflik/masalah yang terjadi kepada karakter. 4 Reaksi Hal yang dilakukan karakter setelah mengalami krisis. 5 Koda Bagian penutup yang berisi amanat/kritik. Sekarang, coba, deh, kamu analisis. Kira-kira, ada di bagian mana cerita lima hal tersebut? Nah, itu dia bagian struktur cerita anekdotnya. Paragraf pertama termasuk ke dalam abstrak karena dia merupakan pembuka. Paragraf kedua termasuk ke dalam orientasi karena dia akan mengalirkan cerita ke bagian konflik/krisis. Lalu, di mana bagian krisis? Yak, krisis terjadi antara perdebatan warga dengan pejabat. Si pejabat dengan “sombong”-nya memamerkan status dirinya. Di sisi lain, warga tidak tahu soal itu. Niat si warga memang tulus hanya menolong orang yang hanyut, tanpa memandang siapa yang butuh bantuan. Bagian reaksi adalah saat si pejabat memberikan respons terhadap krisis. Yaitu ketika ia akhirnya bilang, “Karena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja”. Si pejabat memberikan penawaran atas rasa utang budi karena telah diselamatkan oleh warga. Baca juga Mengenal Ciri-ciri dan Contoh Teks Negosiasi Sementara koda ada pada bagian akhir, saat warga justru memintanya agar tidak menyebarkan bahwa ia adalah orang yang menyelematkan pejabat tersebut. Di bagian ini, tersirat sebuah amanat/kritik bahwa kita harus menolong orang lain tanpa pamrih. Tidak memandang status sosial dan ekonominya. Di bagian ini juga, kita “dikagetkan” oleh pernyataan warga yang berkebalikan dari logika biasa. Biasanya, kan, kalau kita diberikan kesempatan untuk minta apapun, pasti kita akan mengajukan permintaan yang maksimal. Entah itu berupa uang, atau mobil, atau hal-hal lain yang menguntungkan diri kita. Tapi, berkebalikan dengan yang dilakukan warga ini. Ia malah minta supaya namanya tidak disebarkan. Gimana, sekarang udah mulai paham bagaimana cara menganalisis struktur teks anekdot? Analisis Unsur Kesastraan Teks Anekdot Lanjut ya. Kalau kita menganalisis berdasarkan unsur kesastraan yang ada, kita dapat melihat teks anekdot ke dalam 7 poin 1 Tema 2 Tokoh dan penokohan 3 Latar 4 Alur 5 Sudut pandang 6 Amanat 7 Nilai-nilai dalam kehidupan Well, sebetulnya pisau sastra ini bisa kamu lakukan untuk menganalisis berbagai jenis cerita/teks. Nggak cuma terpatok untuk teks anekdot aja. Kayaknya, untuk bagian ini lumayan terpancar jelas dari teks yang ada di atas ya. Mulai dari ceritanya yang bertema “ketulusan” tokoh si pejabat dan warga, latar pinggir sungai dan rumah warga, hingga nilai-nilai yang bisa diambil. Analisis Isi Teks Anekdot Sekarang masuk ke bagian akhir. Bagaimana kita mengidentifikasi teks anekdot dari isinya. Kurang lebih hada 5 hal yang bisa kita analisis Nah, pada bagian ini sekarang jadi tugasmu ya. Coba kamu tulis di kolom komentar, kira-kira seperti apa watak dari tokoh yang diceritakan, masalah yang terjadi, unsur humor, sampai pesan-pesan yang ada. Kamu bebas menganalisis berdasarkan versimu sendiri siapa tahu setiap orang bisa mengambil nilai/unsur humor yang berbeda kan?. Jangan lupa juga kasih alasan mengapa kamu menjawab itu ya! Kalau kamu ingin mempelajari materi ini dalam bentuk video, langsung aja cus tonton di ruangbelajar! Buka materi bahasa Indonesia bagian Anekdot ya! Di sana udah ada master teacher berpengalaman yang menunggu kamu dengan cerita-cerita anekdot lain, lho! ReferensiZabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Artikel diperbarui 2 Desember 2020.DX5HO.