Kemudianpernyataan nomor 5 mengenai ruang gerak yang terbatas sebesar 50,6% dan pernyataan nomor 6 menunjukan nilai sebesar 49,3% mengenai fasilitas, yang dibenarkan berdasar wawancara dengan bapak Hasan selaku bagian personalia bahwa Perusahaan Daerah Bank BPR Gegesik masih memerlukan perhatian lebih pada sarana dan prasarananya yang
Para dokter bedah mengoperasi selama berjam-jam pasien menderita kanker usus. Selain perawat dan dokter bedah, di ruang operasi Rumah Sakit Augusta di Bochum juga ada robot. Namanya DaVinci. Ia mampu menggerakkan instrumen secara lebih teliti dibanding manusia. Kepala bagian bedah Benno Mann mengarahkan robot. Setiap gerakan lengan robot pada tubuh pasien sesuai dengan gerakan Benno Mann, dan ketepatannya sangat tinggi. Robot juga tidak pernah lelah. Dokter Benno Mann mengatakan, "Sayalah operatornya, dan akan terus begitu. Robot mempermudah pekerjaan saya, dan robot melaksanakan keinginan saya pada tubuh pasien secara tepat." Ia menjelaskan, kalau ia melakukannya secara konvensional, ia harus berdiri terus dalam satu posisi tertentu. Setelah dua, tiga jam ia tidak bisa melakukannya lagi. "Saya bergerak, kemudian mulai gemetar. Itu semua tidak mungkin terjadi di sini,“ jelasnya Pada saat sama, di dapur staf sibuk bekerja. porsi makanan disiapkan, setiap hari. Robot menjemput makanan di dapur, yang sudah diatur sesuai stasiun yang akan dikunjunginya. Robot kemudian membawa makanan ke pasien di berbagai stasiun, lewat lorong-lorong panjang di rumah sakit. Itu semua tanpa bantuan manusia. Robot bisa menghindari tabrakan dengan pasien atau staf. Ia juga bisa mencari jalan terbaik untuk sampai ke tujuan. Setelah tiba, perawat akan mendapat pemberitahuan, bahwa sudah saatnya membagikan makanan kepada pasien. Perawat Katja Arns mengatakan, "Banyak pasien terpukau. Mereka selalu menunggu kedatangan robot, dan bertanya kapan makanan akan diambil, supaya mereka bisa melihat robot.“ Dengan menggunakan robot, rumah sakit menghemat 20 staf. Tapi cuma teorinya saja. Karena tidak ada staf yang dibebastugaskan. Tujuan penggunaan robot bukan penghematan pekerja. Monika Borggrebe, kepala bagian personal Rumah Sakit Augusta memaparkan, "Seorang perawat yang punya sertifikat pendidikan, sekarang susah ditemukan di pasaran." Lebih baik jika mereka yang punya sertifikat dikonsentrasikan untuk membantu pasien. Tugas yang kurang penting diberikan kepada robot. Dalam waktu dekat, tugas rutin seperti mengukur tekanan darah dan suhu tubuh nantinya juga akan didukung robot. Perawat akan mengukur suhu tubuh, tapi dokumentasinya dilakukan mesin secara otomatis. Jadi perawat akan punya lebih banyak waktu bagi pasien. Penulis Dan Hirschfeld ml/as Sikapdan tindakan demi keselamatan kerja dengan jalan mencegah terjadinya kecelakaan pada waktu bekerja di ruang kerja atau bengkel atau di lapangan kerja pada umumnya adalah suatu keharusan. Tidak seorang manusiapun yang menginginkan terjadinya suatu kecelakaan menimpa dirinya apalagi sampai menyebabkan cedera bahkan meninggal.Pemeriksaan untuk perkerjaan tertentuPekerja Ruang TerbatasPara pekerja yang bekerja di ruang terbatas menghadapi risiko terkena cedera fisik yang serius dari potensi-potensi bahaya seperti terperangkap dan kondisi atmosfer yang berbahaya. Para pekerja harus melakukan pemeriksaan kesehatan khusus yang berlaku untuk mereka.BerdasarkanUndang-Undang RI No. 1 tahun 1970 bahwa pengurus atau pimpinan tempat kerja berkewajiban menyediakan alat pelindung diri (APD/PPE) untuk para pekerja dan para pekerja berkewajiban memakai APD/PPE dengan tepat dan benar. Tujuan dari penerapan Undang- Undang ini adalah untuk melindungi kesehatan pekerja tersebut dari risiko bahaya di Kalau kamu mendengar kata "rumah sakit", apa yang ada di kepalamu? Dokter, suster atau pasien? Yap, hal-hal yang kamu sebutkan di atas memang merupakan hal-hal yang biasa kamu temukan di rumah sakit. Kalau saya tanyakan, profesi apa yang berhubungan dengan rumah sakit, pasti, banyak dari kamu yang langsung menyebutkan dokter atau suster terlebih dahulu. Perlu kamu ketahui, nih, gaes, profesi di rumah sakit sebenarnya nggak hanya ada dokter dan suster saja, lho. Kamu akan menemukan profesi-profesi lainnya di rumah sakit. Lho? Bukannya orang yang ke rumah sakit berarti tamdanya dia sakit dan butuh dokter? Well, hal tersebut jelas benar, tetapi, di rumah sakit itu sendiri membutuhkan orang-orang yang bisa mengurus pengadministrasian dari pasien-pasien, mengurus legal dari rumah sakit, mengatur keuangan rumah sakit dan sebagainya. Masih penasaran dan ingin tahu profesi apa saja, sih, yang ada di rumah sakit selain suster dan dokter? Cek dulu, yuk, artikel berikut ini! 1. Apoteker Kalau kamu ke rumah sakit, setelah dokter memeriksamu, pastinya, dokter tersebut akan memberikan obat-obatan yang harus kamu konsumsi agar kamu menjadi sehat. Nah, apakah dokter yang meracik obat tersebut? Tentunya bukan, dong, gaes. Orang yang meracik obatmu disebut sebagai apoteker. Nah, sebagai seorang apoteker kamu harus bisa, nih, mengulas resep untuk menjamin akurasi, menjamin bahan yang diperlukan dan mengevaluasi kesesuaiannya. Selain itu, kamu pun harus bisa dalam menyimpan catatan, seperti data farmasi, profil pasien, data sistem biaya, persediaan, catatan kontrol untuk inti radioaktif, atau daftar dari racun, narkotika, atau obat-obatan yang dikontrol. Kalau kamu ingin menjadi seorang apoteker, kamu bisa banget, nih, masuk ke fakultas kesehatan jurusan farmasi. Biasanya, untuk menjadi apoteker itu sendiri, kamu harus mengambil kuliah lagi khusus apoteker. 2. Radiografer Pekerjaan yang satu ini sama seperti fotografer yaitu bekerja untuk foto-memfoto suatu objek. Bedanya, kalau fotografer kamu harus memoto suatu benda, panorama dan sebagainya menggunakan kamera. Kalau radiografer, kamu harus memoto bagian dalam tubuh manusia dengan menggunakan alat CT Scan, MRI, rontgen dan sebagainya. Kalau kamu ingin menjadi seorang radiografer, kamu bisa memilih jurusan Teknik Radiografi. Pada jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan radiografer. Kamu akan mempelajari tentang fisika radiasi, proteksi radiasi, anatomi rontgen, radiologi sistem gastrointestinal, radiologi sistem urogenital dan sebagainya. Selain membantu pasien dalam melakukan CT Scan, MRI, rontgen, USG dan sebagainya, para radiografer ini pun membantu para dokter untuk menganalisis hasil dari pemeriksaan yang menggunakan metode-metode tersebut, lho. Makanya, ketika di kuliah, jurusan tersebut mengajarimu sampai ke sistem-sistem yang ada di tubuh manusia. 3. Ahli Teknologi Laboratorium Medis dan Klinis Kalau kamu sakit dan diambil darah di rumah sakit, orang yang mengambil darahmu tersebut ialah petugas laboratorium. Nggak hanya mengambil darah, nih, gaes, petugas laboratorium juga harus bisa menganalisis penyakit yang dikandung seseorang dari darah tersebut. Nggak hanya urusan mengambil darah, nih, para petugas laboratorium juga bisa berurusan dengan urin atau feses untuk menganalisis penyakit atau kandungan obat yang terkandung di tubuh seseorang. Nah, kalau kamu ingin menjadi seseorang yang bekerja di laboratorium, kamu bisa banget mengambil jurusan Teknologi Laboratorium Medik. Seperti apa yang sudah disebutkan di atas, kamu akan mempelajari cara untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi tubuh seseorang dari darah, urin bahkan feses. Kamu akan mempelajari hal-hal seperti fisiologi, bakteriologi, biologi sel dan molukuler, toksikologi klinik, virologi dan sebagainya. Menurutmu, bagaimana, nih, gaes? Apakah bekerja sebagai petugas laboratorium merupakan profesi yang cukup menarik? 4. Ahli Optometri Kalau kamu pergi ke dokter mata, sebelum kamu diperiksa, kamu akan melalui serangkaian tes mata. Menurutmu, siapa yang bertanggungjawab atas pekerjaan ini? Yap, orang yang bekerja dalam bagian ini disebut sebagai optometris. Nah, para optometris nggak langsung kerja ketika lulus kuliah, nih, gaes. Mereka harus memiliki izin praktek terlebih dahulu. Memangnya, tugas dari seorang optometris, tuh, apa, sih? Tugas seorang optometris ialah melakukan pemeriksaan mata, mengobati kondisi mata, meresepkan kacamata atau kontak lensa, mendiagnosa kondisi mata dan sebagainya. 5. Teknisi Rekam Medis Wah, duh, apa lagi,nih, perekam medis? Yap, ketika kamu ke rumah sakit, biasanya kamu akan ditanyakan, kan, siapa nama pasiennya? Nah, para pelaku administrasi pada konter depan menanyakan hal ini karena mereka ingin mencari rekam medis dari pasien tersebut. Kalau pasien baru, pastinya, para pelaku administrasi akan memberikan instruksi kepada para perekam medis untuk membuat rekam medis yang baru. Sedangkan kalau pasien lama, para pelaku administrasi akan melanjutkan instruksi kepada perekam medis untuk melanjutkan rekam medis sesuai dengan nama pasien tersebut. Memangnya, rekam medis itu sendiri apa, sih? Rekam medis adalah berkas atau dokumen yang berisikan catatan mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien di berbagai instansi kesehatan. Nah, kalau kamu bekerja sebagai perekam medis, maka, kamu akan melakukan hal-hal yang meliputi pencatatan, pelaporan, pengumpulan, pendaftaran, pengisian, dan analisis data terkait kebutuhan informasi untuk mendiagnosa pasien agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. Kalau kamu ingin bekerja sebagai perekam medis, kamu bisa, kok, masuk ke jurusan Rekam Medis untuk mempelajari hal ini lebih lanjut. *** Wah, ternyata profesi di Rumah Sakit nggak hanya dojter dan suster aja, ya. Ternyata masih banyak profesi-profesi lainnya yang sangat penting untuk kelancaran proses pemeriksaan dalam hal administrasi, pengetahuan ilmu kesehatan dan sebagainya. Nah, karena kamu sudah tahu, nih, apa-apa saja profesi yang ada di rumah sakit, apakah kamu tertarik untuk memiliki satu profesi yang telah disebutkan? Baca juga Perguruan Tinggi dengan Jurusan Kesehatan Masyarakat Terbaik di Indonesia Serba Serbi Pilihan Konsentrasi yang Ada di Jurusan Kesehatan Masyarakat 10 Pilihan Jurusan Kuliah Untuk Kamu Yang Punya Passion Di Bidang Kesehatan Sumber gambar DinasPekerjaan Umum dan Penataan Ruang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pasal 3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mempunyai tugas membantu Bupati
Dokter radiologi adalah dokter spesialis yang memiliki keahlian dalam melakukan pemeriksaan radiologi. Dokter yang juga disebut radiologis ini berperan dalam mendeteksi, membantu diagnosis, dan mengobati penyakit menggunakan prosedur pencitraan, seperti foto Rontgen, USG, CT scan, hingga MRI. Untuk mendapatkan gelar dokter spesialis radiologi seorang dokter umum harus menempuh program pendidikan spesialis radiologi selama 8 semester. Radiologi sendiri merupakan ilmu kedokteran yang menggunakan radiasi guna mendeteksi dan mengobati suatu penyakit. Bidang Kerja Dokter Spesialis Radiologi Dokter radiologi berperan penting dalam melakukan pemeriksaan dan diagnosis berbagai kelainan dari seluruh bidang spesialisasi kedokteran, mulai dari bedah, ortopedi, penyakit dalam, anak atau pediatri, pulmonologi paru, kardiologi jantung dan pembuluh darah, neurologi saraf, THT telinga, hidung, dan tenggorokan, mata, forensik, serta kebidanan dan kandungan. Pemeriksaan radiologi dilakukan dengan alat yang berbeda-beda, tergantung indikasi dan permintaan dari dokter yang memberi rujukan. Ilmu kedokteran radiologi sendiri terbagi menjadi beberapa bidang utama, yaitu Radiologi umum radiologi diagnostik Bidang radiologi ini memiliki fokus pada pemeriksaan dan diagnosis terhadap penyebab dan gejala yang dialami pasien. Radiologi umum juga berperan dalam mengevaluasi kondisi dan hasil perawatan pasien. Ada beberapa jenis pemeriksaan radiologi diagnostik yang paling umum dilakukan, di antaranya Foto Rontgen USG ultrasonografi Fluoroskopi Mammografi Angiografi CT scan computed tomography scan MRI magnetic resonance imaging PET scan positron emission tomography scan Pencitraan nuklir Pada kondisi tertentu, dokter spesialis radiologi akan menggunakan zat khusus yang disebut zat kontras untuk mempertajam dan meningkatkan kualitas gambar yang dihasilkan, sehingga diagnosis penyakit dapat dilakukan dengan lebih baik. Secara keilmuan, bidang radiologi umum terbagi dalam beberapa subspesialis yang meliputi Radiologi kepala dan leher Radiologi dada toraks Radiologi anak Radiologi saluran kemih dan organ genital Radiologi payudara Radiologi intervensional dan jantung pembuluh darah kardiovaskular Radiologi tulang dan otot muskuloskeletal Radiologi saluran cerna Neuroradiologi atau radiologi sistem saraf dan otak Kedokteran nuklir Radiologi intervensi Dalam kedokteran radiologi intervensi, dokter spesialis radiologi menggunakan pencitraan, seperti CT scan, USG, MRI, dan fluoroskopi, untuk memandu prosedur medis tertentu. Metode pencitraan ini bertujuan untuk membantu dokter saat memasang kateter atau memasukkan instrumen bedah melalui sayatan kecil ke dalam tubuh pasien. Pemeriksaan radiologi intervensi sering terlibat dalam penanganan kanker atau tumor, penyumbatan di pembuluh darah arteri dan vena, fibroid rahim, nyeri punggung, penyakit hati dan ginjal, kelainan paru-paru, gangguan sistem saluran kemih dan saluran cerna, hingga masalah pada otak seperti stroke. Prosedur radiologi intervensi meliputi angiografi dan pemasangan ring pada pembuluh darah, embolisasi untuk mengontrol pendarahan, ablasi tumor, biopsi jarum halus pada organ tertentu, biopsi payudara, penempatan selang makan NGT atau pipa nasogastrik, hingga pemasangan kateter akses vena. Radiologi onkologi Dokter radiologi dalam bidang ini bertugas meresepkan dan mengawasi setiap rencana perawatan pasien kanker menggunakan terapi radiasi radioterapi. Dokter radiologi onkologi juga akan memantau kemajuan kondisi pasien dan menyesuaikan pengobatan pasien. Tugas Dokter Spesialis Radiologi Tugas pokok seorang dokter spesialis radiologi meliputi Menentukan metode tes pencitraan yang paling efektif dan aman bagi pasien Melaksanakan pemeriksaan radiologi bersama radiografer atau teknisi radiologi Menganalisis, mengevaluasi, dan membacakan hasil pemeriksaan radiologi pasien Menentukan jenis kelainan dan tingkat keparahan kondisi yang diderita pasien Menyarankan pemeriksaan lanjutan atau pengobatan untuk pasien, jika diperlukan Kewenangan Klinis Dokter Spesialis Radiologi Ada beragam kewenangan klinis seorang dokter spesialis radiologi menurut bidangnya, yaitu 1. Bidang radiologi dada toraks Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional atau foto Rontgen dada, CT scan rongga dada, dan USG pleura. 2. Bidang muskuloskeletal Jenis pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi foto Rontgen tulang dan otot, CT scan tulang, MRI tulang, pemindaian tulang bone scan, serta USG Doppler sendi dan jaringan lunak. 3. Bidang saluran kemih dan organ genital Metode pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi urografi intravena, uretrosistografi, micturating cysto urethrography MCU, uretrografi, USG Doppler saluran kemih, USG testis, genitografi, CT/MR urografi, dan MRI organ kelamin dalam. 4. Bidang saluran cerna Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi foto Rontgen perut abdomen, barium meal, barium enema, lopografi, fistulografi, CT kolonoskopi, ERCP, dan CT/MRI saluran cerna. 5. Bidang neuroradiologi saraf dan otak Jenis pemeriksaan radiologi yang dilakukan adalah CT scan dan MRI otak serta saraf tulang belakang, MR myelography, dan USG otak. 6. Bidang radiologi intervensional dan kardiovaskular Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi angiografi, venografi, limfografi, mielografi, embolisasi transarterial, dan biopsi terpimpin guiding biopsy. 7. Bidang pencitraan payudara Prosedur pemeriksaan radiologi pada payudara meliputi mammografi, USG payudara, MRI dan CT scan payudara, serta duktulografi atau pemeriksaan saluran susu. 8. Bidang pencitraan kepala-leher Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional, CT scan kepala dan leher, MRI kepala dan leher, USG leher, sialografi atau pemeriksaan kelenjar liur, dan dakriosistografi atau pemeriksaan kelenjar air mata. 9. Bidang kedokteran nuklir Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi skintigrafi tulang, skintigrafi ginjal, limfoskintigrafi, skintigrafi tiroid, dan skintigrafi hepatobiliar. Kondisi Medis yang dapat Dideteksi Melalui Pemeriksaan Radiologi Berikut ini adalah beberapa kondisi medis yang dapat dideteksi oleh dokter spesialis radiologi melalui pemeriksaan radiologi Kanker dan tumor Kelainan pada paru-paru, seperti pneumonia, bronkopnemonia, tuberkulosis, bronkitis, penyakit paru obstruksi kronis PPOK, pneumotoraks, dan hematotoraks Kelainan pada saluran cerna, seperti gangguan menelan karena akalasia, penyakit asam lambung, kolesistitis, peritonitis, perdarahan pada saluran cerna, hernia, hingga adanya luka pada dinding saluran cerna akibat infeksi atau radang Kelainan pada saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih, infeksi ginjal atau pielonefritis, sumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih, pembesaran prostat, dan batu saluran kemih Kelainan pada jantung dan pembuluh darah, seperti gagal jantung kongestif, penyakit jantung, aterosklerosis, penyakit katup jantung, gangguan otot jantung, varises, trombosis vena dalam DVT, dan malformasi arteri vena Kelainan pada saraf dan otak, seperti meningitis, ensefalitis, infark serebal, stroke, perdarahan otak, hematoma subdural, dan hidrosefalus Kelainan pada organ reproduksi, seperti torsio testis, varikokel, kista ovarium, miom uteri fibroid rahim, dan infeksi rahim Kelainan pada sistem muskuloskeletal, seperti patah tulang tertutup, pergeseran tulang dan sendi, tumor tulang, serta massa jaringan lunak Waktu yang Tepat Menemui Dokter Spesialis Radiologi Anda disarankan menemui dokter radiologi ketika mengalami gejala yang perlu pemeriksaan lanjutan. Umumnya, pasien akan dirujuk oleh dokter umum atau bisa juga dirujuk oleh dokter spesialis yang menanganinya, baik dari rumah sakit atau ketika berobat jalan di poliklinik atau praktek pribadi dokter. Persiapan Sebelum Pemeriksaan Radiologi Sebelum melakukan pemeriksaan radiologi, ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan untuk menunjang hasil diagnosis, yaitu Harap tiba setidaknya 20 menit sebelum pemeriksaan radiologi dilakukan. Jika Anda harus membatalkan atau menjadwalkan ulang, hubungi unit radiologi setidaknya 24 jam sebelumnya. Siapkan dan bawalah laporan riwayat medis dan surat pengantar pemeriksaan radiologi dari dokter yang menangani. Beri tahu dokter jika Anda dalam kondisi hamil, kemungkinan sedang hamil, atau sedang menyusui. Pada kebanyakan kasus, pemeriksaan foto Rontgen tidak akan dilakukan pada pasien yang hamil. Jangan lupa untuk membawa kartu identitas lengkap dan beberapa dokumen pendukung terkait pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya, misalnya hasil pemeriksaan darah, foto Rontgen, atau CT scan. Beri tahu dokter terkait obat atau suplemen yang sedang Anda konsumsi. Informasikan juga bila Anda pernah menjalani prosedur medis khusus untuk pemasangan alat bantu, seperti alat pacu jantung, ring jantung, implan koklea, kontrasepsi spiral, atau pen pada tulang. Konsultasikan ke dokter bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, misalnya gagal ginjal, terkait adanya persiapan dan instruksi khusus yang harus dijalani, terlebih bila pemeriksaan radiologis menggunakan zat kontras. Pastikan Anda menjalani puasa dan meminum obat sesuai instruksi dokter, bila pemeriksaan mengharuskan demikian. Pemeriksaan radiologi yang berbeda memiliki persyaratan dan persiapan yang berbeda juga. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter yang menangani pemeriksaan. Pastikan pemeriksaan radiologi ditangani oleh dokter spesialis radiologi yang berkompetensi. Anda bisa meminta rekomendasi dari dokter yang menangani penyakit Anda atau dari kerabat terdekat. Pastikan dokter yang Anda pilih mampu berkomunikasi dengan baik dalam menjelaskan tentang penyakit dan langkah penanganan yang diperlukan. Pastikan juga fasilitas dan pelayanan unit radiologi yang Anda pilih baik, lengkap, dan ramah. Jika Anda ingin memanfaatkan BPJS atau asuransi lain, pastikan rumah sakit tersebut berafiliasi dengan BPJS atau penyedia layanan asuransi yang dimiliki. Jangan lupa untuk membawa kartu asuransi saat pemeriksaan. Seorang dokter spesialis radiologi merupakan mitra penting dalam perawatan kesehatan dan sering kali bekerja sama dengan dokter umum atau dokter spesialis yang menangani penyakit pasien untuk menentukan perawatan terbaik. Pemeriksaan radiologi oleh dokter radiologi sangatlah penting dan sebaiknya segera dilakukan bila sudah mendapatkan rekomendasi. Pemeriksaan tersebut akan membantu dokter menentukan penanganan yang akan diberikan sehingga gangguan kesehatan yang Anda alami bisa segera tertangani.nzch.